Jozeph Paul Zhang Mengaku Nabi ke-26, Latar Belakangnya Terungkap, Diduga Dapat Doktrin Salah

Latar belakang tersangka penistaan agama Jozeph Paul Zhang kini telah diketahui. Jozeph Paul Zhang memiliki nama asli Shindy Paul Soerjomoeljono. Ia adalah pria kelahiran Banjaran, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pada 31 Agustus 1974.

Jozeph Paul Zhang adalah Youtuber yang dijadikan tersangka karena mengaku menjadi nabi ke 26. Dia mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 Kota Tegal. Kemudian setelah itu melanjutkan pendidikan tinggi di UKSW Salatiga.

Ketua Ikatan Alumni SMAN 1 (Ikasma) Kota Tegal, Tafakurrozak membenarkan, bahwa Jozeph Paul Zhang merupakan alumni dari SMA Negeri 1 Kota Tegal. Paul adalah alumni angkatan 1993. Rozak mengatakan, informasi dari teman seangkatannya, semasa sekolah, Paul merupakan siswa yang biasa biasa saja.

Pemikiran masih linier dan tidak ada indikasi yang memperlihatkan kebencian terhadap Islam. Barulah pada 2017, teman teman seangkatannya merasa ada yang berbeda dari Paul. Dia mengajak ngobrol teman temannya dengan pembahasan yang cenderung menyerang agama Islam.

Rozak mengatakan, teman teman seangkatannya menduga, Paul menjadi aneh setelah mengenyam pendidikan perguruan tinggi. Paul diduga salah pergaulan. Dia salah bergaul dan mendapatkan doktrin doktrin yang salah.

"Pergaulannya, kehidupannya, setelah kuliah itu 180 derajat berbeda. Bahkan teman temannya yang sama sama Kristen, bilang dia seperti orang stres atau sakit jiwa," ungkapnya. Rozak mengatakan, ia pribadi merasa prihatin atas sikap Paul yang telah meresahkan masyarakat. Ia mewakili alumni SMAN 1 Tegal lainnya mendukung kepolisian untuk menangkap tersangka Jozeph Paul Zhang.

Rozak menilai, Paul harus mempertanggungjawabkan ucapannya yang sudah memecah belah kerukunan umat beragama di Indonesia. Apalagi dia telah mengaku sebagai nabi ke 26. Hal itu bertentangan dengan umat Islam yang mengakui bahwa nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW.

"Kami mengutuk keras dan mendukung agar segera dilakukan pencarian dan penangkapan. Langsung dibawa ke Jakarta dan dipertanggungjawabkan dengan hukum Indonesia," tegasnya. Dia pernah mengenyam pendidikan di SMAN 1 Tegal dengan nomor induk 8897. Kemudian dia dinyatakan lulus pada 1993.

Paul merupakan siswa jurusan IPA dengan nilai EBTA dan Ebtanas total 73. Nilai rata rata yang didapatkan selama ujian adalah 6 dan 7, tertinggi di angka 8. Termasuk dalam mata pelajaran agama, nilainya 8.

"Dibilang menyayangkan, kami atas nama sekolah jelas menyayangkan. Tapi itu kembali lagi dengan pilihan masing masing. Karena sekolah tidak mungkin mengajarkan hal tidak baik," kata Ali Afifi, Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 1 Tegal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *